Tidak semua cerita perlu ditulis atau direkam dalam gambar. Banyak pengetahuan, ingatan, dan perasaan masyarakat adat Sulawesi hidup melalui suara. Melalui cerita yang dituturkan, doa yang diucapkan, percakapan sehari hari, dan refleksi pribadi, suara menjadi ruang penting untuk menjaga memori kolektif dan menyampaikan pengalaman hidup yang sering kali tak terdengar.
Halaman ini adalah ruang bagi masyarakat adat dan komunitas lokal untuk menyuarakan cerita mereka dalam bentuk rekaman suara, sebagai bagian dari upaya bersama merebut kembali narasi Sulawesi.
Bentuk Rekaman Suara
Anthropocelebes menerima rekaman suara dengan durasi minimal lima menit yang dapat berbentuk
1. Monolog atau refleksi pribadi
2. Dialog atau percakapan komunitas
3. Cerita lisan dan sejarah lokal
4. Pengalaman hidup sehari hari
5. Bahasa ibu dan ungkapan tradisional
6. Lagu, nyanyian, atau doa yang disepakati untuk dibagikan
Rekaman dapat dibuat dengan alat sederhana selama suara dapat terdengar jelas dan konteksnya dijelaskan.
Bahasa dan Penyampaian
Rekaman suara dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah Sulawesi. Penggunaan bahasa ibu sangat dianjurkan. Bila memungkinkan, sertakan ringkasan singkat dalam bahasa Indonesia atau Inggris untuk membantu pendengar memahami konteks.
Cara Mengirimkan Rekaman
Rekaman suara dapat dikirimkan melalui formulir pengiriman yang tersedia di halaman ini. Berkas audio dapat diunggah langsung atau dikirim melalui tautan berbagi berkas sesuai petunjuk yang disediakan.
Suara Adalah Pengetahuan
Bagi Anthropocelebes, suara bukan sekadar bunyi, melainkan pengetahuan, ingatan, dan perlawanan yang hidup. Dengan membagikan suara, kamu turut menjaga cerita komunitas tetap berdenyut dan terdengar.
Suarakan ceritamu.
Biarkan Sulawesi berbicara dengan suaranya sendiri.
