Rencana Strategis 2026-2029

KERANGKA KERJA STRATEGIS 2026 – 2029


A. PENGANTAR

Membangun Visi Kolektif untuk Manusia Sulawesi

Pada awal tahun 2025, sekelompok pemuda adat dari Minahasa memulai sebuah perjalanan reflektif melintasi Pulau Sulawesi. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjawab keprihatinan mendalam atas “invisibilitas” atau ketidakterlihatan begitu banyak komunitas adat di Sulawesi. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi kekuatan komunitas, kami percaya bahwa perubahan harus dimulai dari akar rumput. Melalui serangkaian diskusi mendalam di bulan Mei 2025 dengan rekan-rekan pemuda adat di Mamasa dan Kaili, kami bersepakat untuk membangun sebuah wadah yang mampu mengangkat suara-suara yang selama ini terlewatkan.

Lahirnya Anthropocelebes (AC), yang berarti “Manusia Sulawesi”, adalah perwujudan dari mimpi kolektif tersebut. Kami memulai proses perencanaan strategis ini bukan sebagai entitas yang kaku, melainkan sebagai sebuah gerakan yang dipimpin oleh pemuda dan masyarakat adat itu sendiri. Untuk meletakkan pondasi yang kuat, kami menetapkan tiga tujuan awal: merumuskan nilai-nilai bersama yang melintasi batas suku, membangun sistem pendokumentasian pengetahuan lokal yang inklusif, dan menilai kembali prioritas kebutuhan mendesak masyarakat adat di seluruh penjuru Sulawesi.

Proses kami dimulai dengan mengenali kembali sejarah dan identitas lokal yang beragam. Kami melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang dihadapi oleh masyarakat adat Sulawesi di tengah arus modernisasi dan perubahan iklim. Awalnya, Anthropocelebes dirancang sebagai platform media jurnalisme warga. Namun, melalui dinamika diskusi dan pendengaran yang mendalam (deep listening), inisiatif ini berevolusi menjadi sebuah lembaga nirlaba yang lebih holistik. Kami menyadari bahwa bercerita saja tidak cukup; kita butuh aksi penelitian, dukungan pendanaan, dan penguatan kedaulatan ekonomi.

Dalam membangun kerangka kerja ini, kami mempelajari pelajaran berharga mengenai ketangkasan (agility). Meskipun tim kami tersebar secara geografis, kami memanfaatkan teknologi digital sebagai jembatan. Proses kerja jarak jauh, pertemuan virtual, dan koordinasi melalui platform digital telah menjadi kekuatan unik yang memungkinkan kami tetap terhubung tanpa mencabut akar kami dari komunitas lokal masing-masing.

Kami telah menetapkan pendekatan berbasis hak yang holistik yang terintegrasi dalam empat pilar utama kerja kami:

  1. Penelitian Partisipatif : Melakukan kajian mendalam bersama komunitas adat untuk menjaga sistem tradisi agar tetap relevan di masa depan.
  2. Penelitian Kolaboratif : Membuka ruang bagi siapa saja untuk mengabadikan pengetahuan lokal melalui tulisan, foto, dan video yang akan diterbitkan melalui situs web dan Majalah Digital Tematik setiap tiga bulan.
  3. Pendanaan Penguatan Kapasitas: Menyalurkan dukungan langsung melalui program Fellowship Pemuda, hibah pemberdayaan komunitas, dan dana tanggap bencana bagi wilayah yang terdampak krisis.
  4. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat: Menyelenggarakan pameran UMKM komunitas adat secara berkala untuk memastikan kemandirian ekonomi masyarakat.

Tim kami kini menjadi semakin terdesentralisasi namun tetap terikat pada visi bersama. Setiap anggota tim adalah simpul bagi jaringan lokal dan regional mereka, bertindak sebagai titik pertukaran informasi dan umpan balik yang krusial bagi keberhasilan kami. Kami berinvestasi pada kapasitas lokal karena kami percaya bahwa data lokal dan koneksi antar-jaringan adalah kunci kemenangan gerakan masyarakat adat global.

Kami percaya bahwa Kerangka Strategis ini adalah sebuah “Dokumen Hidup”. Ia tidak bersifat statis, melainkan terus berdenyut mengikuti detak jantung masyarakat adat di Sulawesi. Kami siap untuk beralih dan merespons setiap tantangan di lapangan demi memastikan bahwa tidak ada lagi suara yang terlewatkan, dan setiap “Manusia Sulawesi” memiliki kedaulatan penuh atas identitas dan masa depannya.

B. TENTANG ANTHROPOCELEBES

VISI

Memperkuat identitas, budaya, pengetahuan, dan keberlanjutan ekologi Sulawesi, dengan menjadikan masyarakat adat, khususnya pemuda, dan perempuan sebagai penggerak utama dalam menghadapi tantangan zaman dan perubahan iklim.

MISI

Mendokumentasikan serta mempublikasikan pengetahuan lokal, bahasa, seni, situs sejarah, dan tradisi masyarakat Sulawesi melalui riset, media, dan peta budaya, sekaligus melestarikan warisan budaya serta ekosistem darat dan laut berbasis komunitas, memperkuat peran generasi muda dan perempuan sebagai pemimpin pelestarian budaya dan advokasi lingkungan, mendorong dialog publik tentang masyarakat adat, budaya, dan perubahan iklim agar perspektif lokal berkontribusi pada kebijakan pembangunan berkelanjutan, serta membangun jejaring kolaborasi dengan komunitas, akademisi, jurnalis, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan global.

KERJA KAMI

Anthropocelebes adalah lembaga nirlaba dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang dipimpin oleh pemuda adat, yang terdaftar secara hukum sebagai Perkumpulan di Indonesia. Berawal dari gerakan akar rumput pada tahun 2025, Anthropocelebes berdedikasi untuk bermitra dengan komunitas adat di seluruh Pulau Sulawesi guna memajukan hak-hak dan kebudayaan masyarakat adat yang selama ini kerap terabaikan dalam narasi arus utama. Inti dari upaya kami berpijak pada prinsip mendukung, memperkuat suara, dan meningkatkan kesadaran akan hak masyarakat adat Sulawesi untuk menentukan nasib sendiri (self-determination).

Anthropocelebes mengelola jaringan kemitraan yang dinamis dengan komunitas adat di berbagai wilayah Sulawesi. Berpusat pada semangat desentralisasi, staf kami tersebar di berbagai titik di Sulawesi, tim kami didominasi oleh pemuda adat, dan baik pengurus maupun pengawas adalah representasi nyata dari komunitas yang kami layani.

Pekerjaan kami berlandaskan pada Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (UNDRIP), yang menjadi dasar bagi kami untuk memberdayakan komunitas adat dalam menegaskan hak atas wilayah adat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan ekosistem unik Sulawesi. Prinsip-prinsip ini sangat krusial bagi kesehatan ekologis pulau kami dan kesejahteraan semua makhluk hidup di dalamnya.

Selain itu, Anthropocelebes membangun koneksi penting lintas gerakan, sektor, dan lembaga pemerintah untuk memastikan solusi lokal dari akar rumput dapat didengar di tingkat nasional maupun internasional. Kami mendukung solusi masyarakat adat yang mandiri untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi hak-hak komunitas, di mana pendekatan kami senantiasa menempatkan pengetahuan tradisional sebagai pusat untuk memulihkan keseimbangan dunia melalui empat pilar utama: Pendokumentasian, Penelitian, Pendanaan, dan Pemberdayaan Ekonomi.

C. NILAI DAN PRINSIP

Di Anthropocelebes, staf dan pengurus kami berkumpul melalui serangkaian dialog yang berakar pada perjalanan kami di tahun 2025 untuk merumuskan apa yang kami yakini sebagai nilai inti organisasi. Proses ini merupakan refleksi dari cara kami bertindak, baik secara internal di dalam tim maupun eksternal dengan kerabat luas kami: komunitas adat, organisasi mitra, donor, dan para pemangku kepentingan di Sulawesi.

Menyusun daftar nilai dan prinsip ini bukanlah sekadar tugas administratif, melainkan sebuah latihan untuk menggali kembali apa yang sebenarnya sudah ada di dalam sanubari masyarakat kita.

NILAI-NILAI INTI (CORE VALUES)

Apa yang kami yakini dan junjung tinggi:

  1. Kedaulatan dan Penentuan Nasib Sendiri (Self-Determination): Kami memusatkan kerja kami pada hak masyarakat adat Sulawesi untuk secara bebas menentukan kondisi politik mereka dan mengejar pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan cara hidup dan integritas wilayah mereka sendiri.
  2. Kosmovisi Sulawesi: Kami menghormati beragam cara berpikir, hidup, dan berhubungan dengan alam yang dimiliki oleh setiap suku di Sulawesi. Kami memandang dunia melalui kearifan leluhur yang mendefinisikan hubungan harmonis dengan Ibu Bumi.
  3. Kolektivitas dan Kepercayaan (Trust & Community): Kami memandang komunitas dan kolaborasi sebagai cara hidup yang fundamental. Kepercayaan adalah prasyarat bagi setiap aksi kami, yang memungkinkan kami beroperasi dalam hubungan timbal balik yang kuat dengan mitra komunitas.
  4. Kerendahhatian (Humility): Kami menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih besar di luar organisasi kami. Kami membiarkan diri kami dipandu oleh kebijaksanaan para leluhur dan mereka yang telah meletakkan dasar perjuangan sebelum kami, sembari terus mengakui keterbatasan untuk selalu belajar.

PRINSIP-PRINSIP OPERASIONAL

Bagaimana nilai-nilai tersebut kami wujudkan dalam aksi:

  1. Dekolonisasi Pengetahuan

Kami berkomitmen untuk menggugat cara pandang dominan yang sering kali mengabaikan atau menyederhanakan identitas masyarakat adat Sulawesi. Kami mengutamakan narasi, pengetahuan, dan perspektif lokal sebagai sumber kebenaran utama. Prinsip ini memastikan bahwa sejarah dan tradisi kami diceritakan oleh kami sendiri, bukan oleh orang luar.

  1. Pendekatan Partisipatif

Seluruh kerja Anthropocelebes dilakukan berbasis komunitas. Kami memastikan bahwa masyarakat adat, pemuda, dan perempuan terlibat sebagai aktor utama dan pengambil keputusan, bukan sekadar objek penelitian atau penerima manfaat. Kami bekerja bersama komunitas, bukan hanya untuk komunitas.

  1. Kesetaraan dan Keadilan

Kami mengakui bahwa realitas saat ini belum adil bagi semua. Kami menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dalam budaya, gender, dan hak-hak masyarakat adat. AC secara tegas menolak segala bentuk rasisme, diskriminasi, dan marginalisasi, serta berupaya memulihkan keseimbangan hubungan sosial yang sempat terganggu oleh kekuatan eksternal.

  1. Kesempatan dan Pemberdayaan

Kami menciptakan ruang, akses, dan kesempatan nyata bagi generasi muda serta perempuan untuk berkembang. Kami percaya pada pemberdayaan potensi ekonomi dan kepemimpinan lokal sebagai jalan untuk melestarikan budaya, sejarah, dan lingkungan Sulawesi secara berkelanjutan.

D. PELAKSANAAN PROGRAM

Untuk memenuhi misi mendukung kedaulatan, ketahanan budaya, dan visibilitas masyarakat adat di Sulawesi, Anthropocelebes menerapkan strategi empat pilar: Pendokumentasian, Penelitian, Pendanaan, dan Pemberdayaan Ekonomi.

Strategi ini bukan sekadar daftar kegiatan, melainkan satu kesatuan yang bekerja secara beriringan. Kami percaya pada Dukungan Holistik Menyeluruh (Holistic Wrap-around Support): di mana pengetahuan yang didokumentasikan dan diteliti menjadi dasar bagi pendanaan yang tepat sasaran, yang pada akhirnya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Inilah jantung dari teori perubahan kami: mengintegrasikan narasi dengan aksi nyata.

1. Strategi Empat Pilar

  1. Penelitian Partisipatif : Kolaborasi pengetahuan untuk menggali sistem tradisi dan kearifan lokal.
  2. Pendokumentasian Kolaboratif: Membangun platform media inklusif untuk menyuarakan komunitas yang “terlewatkan”.
  3. Pendanaan Penguatan Kapasitas : Penyaluran sumber daya langsung untuk pemuda, komunitas, dan situasi darurat.
  4. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat : Membuka akses pasar dan memperkuat kedaulatan ekonomi melalui produk lokal.

Apa itu Dukungan Holistik Menyeluruh bagi Sulawesi?

Dalam komunitas mitra, AC bekerja secara lintas program. Sebagai contoh: AC bekerja sama dengan komunitas di pegunungan Sulawesi untuk melakukan Penelitian tentang pola tenun tradisional mereka. Secara paralel, tim Pendokumentasian meliput kisah para penenun tersebut untuk diterbitkan di Majalah Digital AC guna membangun visibilitas. Melalui pilar Pendanaan, seorang pemuda di desa tersebut mendapatkan Fellowship (Kategori 1) untuk melatih generasi baru penenun, sementara komunitasnya menerima bantuan sarana (Kategori 2). Akhirnya, pada pilar Pemberdayaan Ekonomi, produk tenun mereka dibawa ke pameran 6-bulanan AC untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.

Detail Pilar Strategis:

Penelitian Partisipatif 

Kami meyakini bahwa masyarakat adat adalah ahli terbaik atas tanah, sejarah, dan ekosistemnya sendiri. Pilar ini memastikan bahwa pengetahuan tradisional tidak hilang begitu saja, melainkan terdokumentasi secara bermakna baik secara saintifik maupun kultural. Pendekatan yang kami gunakan adalah kolaborasi partisipatif, di mana proses penelitian tidak dilakukan oleh orang luar terhadap masyarakat adat, tetapi bersama masyarakat adat sebagai subjek utama. Dalam kerangka ini, tim Anthropocelebes berperan sebagai fasilitator teknis yang mendampingi individu atau komunitas untuk meneliti dan merekam sejarah lokal, sistem sosial, serta pengetahuan ekologi mereka sendiri, sehingga hasil penelitian dapat dimiliki dan dimanfaatkan oleh komunitas untuk kepentingan lintas generasi dan pembelaan hak wilayah adat.

Pendokumentasian Kolaboratif

Pilar ini merupakan wajah publik Anthropocelebes yang berfokus pada upaya merebut kembali narasi masyarakat adat Sulawesi. Kami menyediakan ruang yang inklusif bagi pemuda, perempuan, dan para tetua adat untuk menjadi subjek utama dalam penceritaan melalui karya jurnalistik berupa tulisan, foto, video, maupun rekaman suara. Seluruh karya tersebut dihimpun dan dipublikasikan melalui berbagai kanal yang saling terhubung, yaitu website Anthropocelebes sebagai database hidup pengetahuan adat Sulawesi, majalah digital tematik yang terbit setiap tiga bulan dan menyajikan kajian mendalam atas isu isu spesifik seperti krisis iklim di wilayah pesisir atau revitalisasi situs megalitikum, serta produksi film dokumenter yang dikerjakan secara kolaboratif bersama komunitas mitra untuk mengangkat cerita, tradisi, dan kekayaan pengetahuan lokal yang dimiliki setiap komunitas adat.

Pendanaan Penguatan Kapasitas 

Anthropocelebes menyadari bahwa gagasan besar dan inisiatif akar rumput membutuhkan dukungan sumber daya yang nyata dan berkelanjutan. Selain itu, kami meyakini bahwa baik individu atau komunitas adat, telah memiliki kapasitas yang sudah mempuni dan perlu dilakukan penguatan. Melalui pilar pendanaan, kami mengelola dana dalam tiga kategori strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan berbeda di tingkat komunitas:

  • Kategori 1: Fellowship Akar Kehidupan. Memberikan dukungan finansial kepada 10 pemuda adat Sulawesi setiap tahun untuk memimpin inisiatif perubahan di komunitas mereka.
  • Kategori 2: Pendanaan Ruang Hidup. Hibah tahunan untuk 10 organisasi atau komunitas adat guna memperkuat kelembagaan lokal.
  • Kategori 3: Tanggap Bencana. Dana siaga cepat untuk membantu komunitas adat Sulawesi yang terdampak bencana alam atau krisis mendesak.

Pemberdayaan Ekonomi (Economic Empowerment)

Pilar Pemberdayaan Ekonomi bertujuan memastikan masyarakat adat Sulawesi dapat hidup sejahtera di tanah leluhurnya sendiri tanpa harus merusak lingkungan atau meninggalkan identitas budayanya. Anthropocelebes mendorong penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui promosi produk UMKM adat di website dan media sosial sebagai sarana penghubung antara produsen komunitas dan konsumen yang adil.

Selain itu, kami menyelenggarakan Pameran UMKM Adat Sulawesi sebagai acara unggulan selama tiga hari yang diadakan setiap enam bulan di lokasi yang berpindah pindah, berfungsi sebagai ruang promosi, jejaring, dan penjualan langsung produk produk unggulan komunitas kepada publik luas. Melalui pendekatan ini, pemberdayaan ekonomi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat kedaulatan budaya dan keberlanjutan lingkungan masyarakat adat.

2. Prioritas Program  

Anthropocelebes berfokus pada lima isu krusial bagi masa depan Sulawesi:

Pemuda dan Perempuan Adat

Memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan peran strategis pemuda serta perempuan adat sebagai penggerak utama pelestarian budaya, advokasi hak, dan keberlanjutan komunitas Sulawesi.

Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

Mendukung perlindungan ekosistem Sulawesi melalui pengakuan dan revitalisasi pengetahuan leluhur masyarakat adat dalam mengelola hutan, laut, air, dan lahan secara berkelanjutan.

Kesenian dan Kebudayaan

Melestarikan dan menghidupkan kembali bahasa, seni, dan tradisi lisan masyarakat adat Sulawesi sebagai fondasi identitas, memori kolektif, dan keberlanjutan lintas generasi.

Jurnalisme Masyarakat Adat

Merebut kembali narasi tentang Sulawesi dengan membangun media dan praktik jurnalisme yang berpihak pada suara, pengalaman, dan perspektif masyarakat adat.

Ekonomi Kreatif Masyarakat Adat

Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan produk dan usaha berbasis kearifan lokal yang adil, berkelanjutan, dan menghormati alam serta identitas budaya.

Komitmen Kami

Kami tidak bermaksud agar rencana strategis ini menjadi dokumen statis. Anthropocelebes memandang dokumen ini sebagai “Dokumen Hidup”. Kami akan terus belajar dari setiap kegiatan yang kami buat, setiap penelitian yang kami lakukan, dan setiap bantuan bencana yang kami salurkan. Sulawesi adalah pulau yang dinamis, dan Anthropocelebes akan selalu siap untuk beradaptasi demi memenuhi kebutuhan paling mendesak dari “Manusia Sulawesi” yang kami usung.