
Pemuda dan Perempuan Adat
Pemuda dan perempuan adat merupakan penggerak utama keberlanjutan masyarakat Sulawesi. Perempuan berperan sebagai penjaga pengetahuan, bahasa, dan praktik hidup sehari hari, sementara pemuda menjadi jembatan antara nilai nilai leluhur dan tantangan zaman. Namun, keduanya kerap menghadapi keterbatasan ruang, akses, dan pengakuan dalam proses pengambilan keputusan. Melalui prioritas program ini, Anthropocelebes berkomitmen memperkuat kepemimpinan, kapasitas, dan peran strategis pemuda serta perempuan adat agar mereka dapat memimpin upaya pelestarian budaya, advokasi hak masyarakat adat, dan pembangunan komunitas yang berdaulat dan berkelanjutan.

Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan
Masyarakat adat Sulawesi telah menjaga hutan, laut, air, dan lahan melalui pengetahuan leluhur yang diwariskan lintas generasi. Namun, krisis iklim dan tekanan pembangunan ekstraktif menjadikan mereka kelompok yang paling rentan terhadap kerusakan ekologi. Anthropocelebes mendukung perlindungan keanekaragaman hayati Sulawesi dengan mengakui masyarakat adat sebagai pemegang solusi nyata atas krisis lingkungan. Program ini berfokus pada revitalisasi pengetahuan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, termasuk praktik pertanian, pengelolaan wilayah pesisir, dan sistem mitigasi bencana berbasis tanda tanda alam, guna menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Kesenian dan Kebudayaan
Bahasa, seni, dan tradisi lisan merupakan fondasi identitas dan memori kolektif masyarakat adat Sulawesi. Hilangnya bahasa dan kesenian tradisi berarti terputusnya cara pandang unik terhadap dunia serta melemahnya ikatan antar generasi. Melalui prioritas program ini, Anthropocelebes berupaya melestarikan dan menghidupkan kembali bahasa ibu, seni pertunjukan, tradisi lisan, dan praktik budaya lainnya sebagai bagian dari kehidupan yang terus berkembang. Kesenian dan kebudayaan kami pandang bukan sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai kekuatan hidup yang relevan untuk memperkuat identitas, martabat, dan keberlanjutan masyarakat adat.

Jurnalisme Masyarakat Adat
Selama ini, narasi tentang Sulawesi sering kali dibentuk oleh sudut pandang luar yang tidak sepenuhnya merefleksikan realitas masyarakat adat. Ketidakterlihatan ini menjadi ancaman serius bagi kedaulatan dan hak masyarakat adat. Anthropocelebes membangun Jurnalisme Masyarakat Adat sebagai upaya merebut kembali narasi dan otoritas informasi. Program ini mendorong tumbuhnya media dan praktik jurnalisme yang berpihak pada suara, pengalaman, dan perspektif masyarakat adat, sehingga mereka dapat menceritakan sendiri perjuangan, pengetahuan, dan kehidupan mereka secara bermartabat dan berdaya advokasi.

Ekonomi Kreatif Masyarakat Adat
Kedaulatan budaya tidak dapat terwujud tanpa kemandirian ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Masyarakat adat Sulawesi sering kali dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan identitas budaya atau mengikuti sistem ekonomi yang merusak lingkungan. Anthropocelebes mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat adat sebagai jalan alternatif yang bermartabat. Program ini berfokus pada penguatan produk dan usaha berbasis kearifan lokal yang menghormati alam dan identitas budaya, sehingga masyarakat adat dapat hidup sejahtera di tanah leluhur mereka sendiri sekaligus memiliki daya tawar untuk menolak praktik eksploitasi yang merusak ruang hidup.
